Anjuran Berhubungan Seks Berdasarkan Ajaran Agama Islam, Perlu Dzikir Saat Foreplay?

Suara.com – Hubungan seks menjadi hal yang rutin dilakukan pasangan. Dengan berhubungan seks, pasangan bisa saling memuaskan hasrat seksualnya masing-masing. Selain itu, hubungan seks ini juga akan membantu membuat hubungan keduanya semakin erat.

Bagi umat Islam, terkait berhubungan seks terdapat aturan-aturan yang harus diketahui, termasuk masalah foreplay. Pasalnya, baik foreplay, posisi, atau hal-hal berhubungan seks dalam Islam, terdapat anjuran yang disarankan. Mengutip NU Online, berikut terdapat beberapa anjuran yang dilakukan pasangan saat berhubungan seks dalam agama Islam.

1. Membaca doa

Dalam Islam, sebelum memulai hubungan seks dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Doa tersebut yakni “Allahumma Jannibna as-Syaithan wa Jannibis Syaithana ma Razaqtana”. Selain itu, waktu untuk pasangan juga berhubungan seks dianjurkan setelah Isya.

Baca Juga:Diangkat Menjadi Staf Ahli Kemenpora, Angela Gilsha Panggil Menteri Dito ‘Mas’

Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

2. Membersihkan diri terlebih dahulu

Pasangan juga dianjurkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum berhubungan seks. Dalam hadis Rasulullah SAW berkata:

“Barangsiapa telah menikah, maka ia sejatinya telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka hendaknya bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, pastikan tubuh dalam keadaan bersih sebelum berhubungan seks. Melakukan wudhu juga disarankan sebelum melakukannya.

3. Mulai dengan sunah

Baca Juga:Heboh Nagita Slavina Kondangan ke Gereja, Memangnya Boleh Orang Islam Berwisata ke Tempat Ibadah Agama Lain?

Berhubungan seks dalam Islam juga terdapat sunah yang dianjurkan. Pasangan disunahkan memakai parfum terlebih dahulu. Setelah itu mendahulukan kaki kanan yang memasuki kamar sambil mengucapkan: ‘Bismillahi wassalamu ‘ala Rasulihis salamu ‘alaikum.

Jika sudah, pasangan disunahkan membaca surat al-Fatihah sebanyak tiga kali, surah al-Ikhlas sebanyak tiga kali, shalawat Nabi tiga kali, bertasbih dan berdoa kepada Allah. Usai semua hal tersebut dilakukan, pasangan bisa memulai hubungan seks.

Baca Juga  Mau Dukung Ganjar atau Prabowo, Puan Harap Jokowi Tetap Berhubungan Baik dengan PDIP

4. Melakukan foreplay

Foreplay dalam ajaran Islam juga sedikit berbeda. Dalam Islam, suami dianjurkan membelai badan istri disertai dzikir. Setelah itu, suami dapat membelai leher sang istri dengan halus dan memeluknya disertai dengan dzikir.

ilustrasi Foreplay (freepik.com/racool_studio)
ilustrasi Foreplay (freepik.com/racool_studio)

5. Rayuan

Selain foreplay, suami juga disarankan memberikan rayuan kepada istrinya. Hal ini akan membuat istri menjadi lebih senang dan tenang saat berhubungan seks. Di sisi lain, ketika ingin memulai, disarankan untuk melakukannya secara perlahan. Ini untuk menghindari agar istri tidak kesakitan saat melakukannya.

6. Memulai penetrasi

Jika sudah foreplay dan memberikan rayuan, suami dapat memulai penetrasi dengan memasukan Mr P ke dalam Miss V. Pastikan baca Bismillah sebelum memasukkannya. Suami juga bisa mengganjal pinggul dengan bantal agar istri merasa nyaman.

Tidak dianjurkan bagi suami melakukan penetrasi melalui lubang anus. Oleh sebab itu, ketika melakukan posisi doggy style, suami tetap memasukkan ke dalam Miss V. Hal ini karena memasukkan ke dalam lubang anus diharamkan dalam Islam.

7. Mandi wajib

Ketika sudah selesai dan orgasme, pasangan dapat melakukan mandi wajib. Namun, setelah orgasme, keduanya bisa menunggu beberapa waktu sampai alat kelamin benar-benar lemas. Jika sudah, baru bisa mandi wajib dan berwudhu.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *