Strategi Marketing 360 pada Bisnis Alat Berat

Sumber: Dok. Pribadi

JurnalPost.com – Penjualan alat berat seperti Excavator, Bulldozer, Crane, Dump Truck, Forklift, Wheel Loader, Motor Grader, dan alat berat lainnya memiliki tantangan tersendiri. Hal ini terjadi karena marketing untuk alat berat memerlukan pendekatan yang spesifik, karena alat berat tergolong dalam industri khusus yang berorientasi pada bisnis.
Bisnis alat berat termasuk dalam bisnis yang kompetetif dan pergerakannya lambat. Meskipun begitu, pada tahun 2022 kinerja pasar alat berat menjadi yang tertinggi sampai saat ini karena berhasil menjual 20.000 unit alat berat dari berbagai sektor. Peningkatan penjualan alat berat tersebut disebabkab oleh harga komoditas tambang yang mengalami lonjakan.

Salah satu hal terpenting dalam memasarkan alat berat adalah memahami target pasar agar dapat menyesuaikan taktik pemasaran. Adanya persaingan ketat antar produsen, konsumen yang terbatas, dan deskripsi tentang keunggulan produk yang kurang tersampaikan membuat pemasaran kurang optimal. Selain itu, alat berat memiliki harga yang cenderung tinggi dan sering mengalami fluktuasi berdasarkan situasi ekonomi. Oleh karena itu, strategi yang efektif dalam penjualan alat berat adalah menggunakan strategi marketing 360 di era digital ini.

Pemanfaatan strategi marketing 360 pada alat berat berbasis digital memudahkan penjual dalam memaksimalkan pemasaran produk. Hal ini dapat dilakukan memalui beberapa cara, yaitu pemasaran online menggunakan website, Search Engine Optimization (SEO), AI, seminar atau pameran, dan juga melalui media sosial. Cara lainnya juga dapat dilakukan melalui pembagian brosur dan pembuatan merchandise.

1. Website
Website adalah identitas perusahaan dan pusat informasi penting bagi calon pelanggan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yieldify, perusahaan yang mengadopsi personalisasi situs web berhasil mempertahankan lebih dari 55% pelanggan dan memperoleh lebih dari 45% pelanggan, dengan syarat website harus responsif, informatif, dan user-friendly. Kelebihan dari penggunaan website adalah penjual dapat memberikan deskripsi produk secara lengkap dan bisa menambahkan informasi lain mengenai perawatan dan suku cadang. Beberapa perusahaan bahkan sudah menambahkan fitur geolocation yang memudahkan pelanggan mencari agen alat berat terdekat berdasarkan lokasi dimana website tersebut diakses.

Baca Juga  Pelajari Aspek Teknologi, PPSDM Migas Gelar Webinar “Penerapan Internet of Things di Industri Migas”

2. Search Engine Optimization (SEO)
Gunakan SEO untuk memastikan situs website muncul dalam hasil pencarian Google ketika pelanggan potensial mencari produk atau layanan alat berat. Survey Infront Webworks pada tahun 2023 menunjukkan bahwa website yang berada di halaman pertama hasil pencarian Google mendapatkan 95% website traffic.

3. Penggunaan AI pada Marketing
Menurut Survey Influencer Marketing Hub pada tahun 2023, 60% pemasar sudah menggunakan AI pada aktivitas pemasaran mereka. Dengan banyaknya data yang dianalisa sebagai database, program AI bisa menemukan pola untuk mendapatkan jawaban terbaik sesuai dengan bidang yang dicari, dan membantu dalam melakukan pemasaran. Pengunaan AI untuk pemasaran alat berat masih belum banyak, tetapi diperkirakan kedepannya AI akan membantu dalam mencari informasi mengenai alat berat.

4. Seminar atau pameran
Seminar atau pameran bisa dilakukan secara online maupun offline. Event ini adalah cara tepat untuk memamerkan produk kepada audiens secara detail, juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan potensial. Selain itu, deskripsi tentang spesifikasi teknis, sejarah perawatan, juga pemecahan masalah mengenai produk yang bisa meningkatkan efisiensi kerja pelanggan dapat dijelaskan secara rinci pada cara ini.

5. Media sosial
Manfaatkan media sosial seperti Facebook, LinkedIn, YouTube, Instagram atau platform lainnya untuk mempromosikan produk. Buatlah konten mengenai panduan penggunaan alat berat, video tutorial, artikel industri, studi kasus, atau infografis. Jangan lupa gunakan foto atau video berkualitas tinggi. Foto yang bagus dan konten berkualitas dapat membantu membangun otoritas merek produk, sekaligus dapat memperkuat kesan tentang produk.

6. Brosur
Penyebaran brosur biasanya dilakukan untuk menarik pelanggan yang berada di lapangan dan jarang memegang gadget. Walaupun tidak dapat memberikan informasi mendetail, biasanya calon pelanggan akan mencari sosial media atau website yang tertera di dalam brosur untuk mencari tahu tentang detail produk yang diinginkan. Manfaatkan gambar produk yang menarik atau produk yang sangat dicari oleh target pasar.

Baca Juga  Alfath Flemmo, Komposer Musik Gen Z yang Sukses Berkarir di Jakarta. Ikuti Kisahnya!

7. Merchandise
Selain menjual alat berat, perusahaan bisa membangun brand awareness kepada audiensnya melalui penjualan merchandise atau merchandising. Perusahaan bisa melakukan kerja sama dengan mitra industri atau berkolaborasi dengan brand lain yang dapat meningkatkan eksposur. Contohnya brand alat berat Caterpillar yang membuat sepatu dengan nama merek yang sama. Brand ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya bisa menghasilkan produk alat berat, tetapi juga bisa menghasilkan produk yang dipakai sehari-hari. Jika brand tersebut memiliki durabilitas yang kuat, maka audiens akan tersugesti bahwa apapun produk yang dihasilkan oleh brand tersebut maka kualitasnya tidak perlu diragukan.

Dengan perkembangan jaman yang semakin hari semakin canggih dan tidak memandang background bisnis, perusahaan juga perlu melakukan pendekatan kepada audiens sesuai dengan trend terbaru. Perusahaan juga bisa menyisipkan value dan inovasi sebagai identitas untuk membangun brand awareness kepada audiens.

Penulis: Leonardi Sugianto

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *