Senjata Mutakhir Serigala ASEAN | Jurnalpost

JurnalPost.com – “Aku tak takut pada gerombolan serigala yang dipimpin oleh seekor domba. Aku jauh lebih takut pada gerombolan domba yang dipimpin oleh seekor serigala”. Pernyataan ini diucapkan oleh salah satu raja terhebat dalam sejarah, Alexander The Great. Kutipan tersebut tampaknya tepat untuk menggambarkan kondisi ASEAN.

Dewasa ini, ASEAN seakan kehilangan arah dan tujuan yang jelas. Senada dengan statement Presiden Jokowi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN bulan Mei silam, relevansi ASEAN dipertanyakan menghadapi berbagai tantangan terkini dan masa depan.

Ketiadaan sosok ‘serigala’ di kawasan ASEAN disinyalir menjadi penyebabnya. Keadaan ini lantas memberi dua dampak negatif. Pertama, adanya kompetisi ekonomi antar negara ASEAN. Tercermin dari ‘ego’ para anggota ASEAN yang sibuk mempromosikan ‘rumahnya’ masing-masing. Imbasnya, persaingan tak sehat antar anggota pun tak terelak.

Kedua, terjadi ketimpangan antar sektor ekonomi pada semua level. ASEAN seakan terbelah dua, ‘high-income’ dan ‘lower-income’. Situasi ini kontradiktif dengan tujuan awal didirikannya ASEAN pada 1967 silam. Kala itu, Menteri Adam Malik dkk. berkomitmen menciptakan transparansi informasi melalui kerja sama dan integrasi antar negara anggota.

Sejatinya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi problematika tersebut. Salah satunya, pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016. Meski demikian, permasalahan ini sudah begitu kompleks, hingga MEA belum sanggup menyatukan ASEAN. Maka dari itu, diperlukan sosok ‘serigala’ yang dapat merangkul dan memimpin negara-negara ASEAN menjawab tantangan perkembangan zaman.

Momentum Emas
Kesuksesan Presidensi Indonesia pada G20 setahun silam seolah menyelipkan ‘angin segar’ di kawasan ASEAN. Optimisme membuncah seiring ditunjuknya Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023. Kualitas kepemimpinan Indonesia tentu tak perlu diragukan lagi. Ini juga momentum yang tepat bagi sang serigala untuk unjuk gigi.

Penegasan bahwa Indonesia merupakan ‘serigala’ yang dirindukan mulai terlihat dari pemilihan tema ASEAN 2023. Melalui tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth, Indonesia seakan ingin menyampaikan pesan besar. Di pundaknya, ASEAN akan dibawa berlari kencang mengakselerasi pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19, sembari menakhodai ASEAN agar lebih substansial bagi rakyat di kawasan maupun dunia.

Baca Juga  FlyHighOutNow viral video link full

Mengutip laporan dari Bank Indonesia, ekonomi di kawasan ASEAN diprakirakan tumbuh 4,4 persen pada tahun 2023, jauh lebih tinggi dibanding proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,8 persen. Di sisi lain, ASEAN memiliki pasar yang besar dengan populasi mencapai 679,79 juta jiwa. Potensi ini menjadi ‘bekal’ berharga bagi sang serigala mengeluarkan senjata ampuhnya.

Per Agustus 2022, QRIS antar negara secara resmi diluncurkan. Inisiatif ini meraih sambutan yang sangat positif. Pemilihan QR code sebagai media integrasi ekonomi dinilai cermat, ditinjau dari hasil penelitian Mastercard yang mendapuk QR code sebagai metode pembayaran paling populer di Asia Pasifik saat ini. Implementasi QRIS cross-border telah dimulai di Thailand dan Malaysia, sementara Singapura dan Filipina akan segara menyusul. Selanjutnya, beberapa negara anggota ASEAN lain juga telah menunjukkan ketertarikan.

Bank Indonesia patut berbangga hati. Senjata ciptaannya mampu menjadi ‘oase di padang pasir’. Menyatukan ASEAN yang sebelumnya tercerai-berai. Bermodal sebuah kode QR, namun dapat digunakan di seluruh wilayah ASEAN. Regional Payment Connectivity (RPC) ini juga akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan non-ASEAN. Berkelana ke beberapa negara ASEAN, tanpa harus menukarkan uang di money changer. Sang serigala telah membawa ASEAN selangkah lebih maju dalam mengurangi ketergantungan terhadap dollar AS.

Ruang Penyempurnaan
Namun, mewujudkan konektivitas sistem pembayaran tak semudah membalik telapak tangan. Sebagai contoh, data Bank Indonesia menunjukkan jumlah transaksi QRIS oleh pelancong Indonesia di Thailand hanya berkisar 14.555 transaksi pada tahun 2022. Tergolong sedikit, mengingat jumlah turis dalam negeri yang berkunjung sudah mencapai 51 ribu jiwa. Dengan kata lain, tak sampai 30 persen turis Indonesia yang telah menggunakan QRIS di Negeri Gajah Putih.

Baca Juga  Pragmatisme di atas Meritokrasi | Jurnalpost

Kurangnya informasi mengenai QRIS cross-border diduga melatarbelakangi masih minimnya jumlah transaksi. Tak ayal, respons jitu harus segera diambil Indonesia sebagai ketua ASEAN 2023. Salah satunya dengan meningkatkan kampanye dan edukasi penggunaan QRIS cross-border. Pesatnya kemajuan digital harus dimanfaatkan. Kampanye dapat dilakukan menggunakan media sosial dengan jasa influencer. Mengingat tak sedikit selebgram Indonesia yang memiliki lebih dari 1 juta pengikut di dunia maya.

Tak cukup sampai disitu, masifnya perkembangan e-commerce di Asia Tenggara juga harus dimaksimalkan. Merujuk Databoks, Indonesia merupakan pasar terbesar e-commerce di ASEAN yang menguasai 52 persen transaksi. Untuk itu, kerja sama antara Bank Indonesia, pemerintah, dan pihak swasta perlu dijajaki dengan misi perluasan informasi. Setali tiga uang, ini selaras dengan target pemerintah mencapai inklusi keuangan 90% pada 2024.

Selanjutnya, peningkatan penggunaan QRIS cross-border di kawasan ASEAN diharapkan menjadi ‘game changer’. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tepat menggambarkan peran QRIS di ASEAN. Pada waktu yang sama, menjadi ‘magnet’ bagi para wisatawan untuk berkunjung. Pekerja imigran Indonesia pun mendapat berkah dari remitansi yang terfasilitasi. Dari perspektif makro, efek domino yang dihadirkan berupa eskalasi pertumbuhan ekonomi ASEAN.

***
Bak pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Untuk itu, Indonesia memerlukan upaya konkrit dari semua anggota ASEAN untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. Mengakselerasi “senjata” berwujud konektivitas sistem pembayaran antar negara ASEAN. Di bawah komando sang serigala, sebuah harapan besar mencuat. ASEAN berkontribusi nyata bagi perekonomian di kawasan maupun dunia.

PENULIS:
HENDY PEBRIAN AZANO RAMADHAN PUTRA
PEGAWAI BANK INDONESIA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *