Refleksi Hari Raya Tri Suci Waisak di Candi Borobudur

Sumber : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha

JurnalPost.com – Hari raya Waisak ke-2567 BE/2023 sesuai yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI jatuh pada hari Minggu (04/06/2023). Pada tahun-tahun sebelumnya, hari raya Waisak yang secara resmi disebut sebagai hari raya Tri Suci Waisak diperingati dengan mengadakan Puja bakti dan doa bersama oleh seluruh umat Buddha. Perayaan hari Tri Suci Waisak tahun ini adalah yang kali pertama dilaksanakan secara langsung setelah masa pandemi Covid-19 berakhir. Pada masa pandemi Covid-19 selama dua tahun, perayaan hari Tri Suci Waisak dilaksanakan secara terbatas dan tertutup untuk umum.

Perayaan hari Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 dilaksanakan di pelataran candi Borobudur, situs warisan dunia pertama Indonesia yang resmi diakui oleh UNESCO pada tahun 1991 silam. Secara historis, candi Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia sekaligus bangunan keagamaan Buddha yang paling terkenal dengan latar belakang  kemegahan arsitekturnya.

Sumber : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha

Rangkaian kegiatan perayaan hari Tri Suci Waisak dimulai dengan kirab Waisak pada pukul 08.00 WIB, yaitu dengan berjalan kaki sembari melaksanakan meditasi (padakkhina) dari area candi Mendhut menuju ke candi Borobudur. Sepanjang jalan umat melantunkan Jaya Manggala Gatha atau syair tentang kemenangan yang sempurna. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan puja bakti pada pukul 09.30 WIB di pelataran candi Borobudur, dengan altar puja diletakkan di teras candi sebagai poros dari kegiatan Waisaka Puja tersebut.

Diawali pemukulan gong sebanyak tiga kali, lalu pembacaan sutta, mantra, dan puncak acara puja bakti pada detik siddhi yang jatuh pada pukul 10.41.19 detik, serta diakhiri pemercikan air suci oleh para anggota sangha sebagai perumpamaan dari pemberian berkah. Setelah puja bakti selesai pada pukul 12.00 WIB, acara dilanjutkan dengan padakkhina mengelilingi candi Borobudur sebanyak tiga kali dan memandikan rupang Buddha yang berada di depan altar utama. Setelah acara selesai, umat meninggalkan area pelataran candi Borobudur dan kembali pada sore hari dalam acara Dharmasanti Festival atau pelepasan lampion Waisak sebagai perlambangan dari pembebasan penderitaan (dukkha).

Baca Juga  Pj Walikota Bekasi Buka Kegiatan LASER Competition SMP Labschool Cibubur

Pesta pelepasan lampion pada perayaan hari Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama dimulai pada pukul 17.30 WIB dan sesi kedua dimulai pada pukul 20.30 WIB. Peserta berlomba menyalakan pelita yang terletak di dalam lampion sembari berdoa sesuai dengan pengharapan masing-masing. Semakin tinggi lampion terbang mengangkasa melambangkan tingginya harapan dan cita-cita yang digaungkan, sebagai esensi pelimpahan jasa bagi semua makhluk. Festival lampion ini tidak hanya diikuti oleh umat Buddha, melainkan oleh khalayak umum yang berbeda keyakinan pula, namun dengan satu  tekad menuju kebahagiaan serta memanjatkan doa yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia agar selalu aman tenteram dan damai. Total lampion yang diterbangkan adalah 2567 lampion, sesuai dengan perhitungan tahun Buddhist Era Waisak 2023. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah peserta dengan mata yang terus mengamati arah lampion mereka terbang. Acara perayaan dilanjutkan dengan puja malam yang sekaligus menjadi doa penutup seluruh rangkaian Waisaka Puja di Candi Borobudur tahun ini.

Ditulis oleh Chandrika Wijayani Sasongko Putri.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *