Prajurit  Muda Idealis dalam Film All Quiet On The Western Front

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas)

JurnalPost.com – Film All Quiet On The Western Front adalah film epik tentang Perang Dunia I yang rilis tahun 2022 dan masih tayang di platform Netflix Minggu ini. Film ini didasarkan pada novel tahun 1929 dengan judul yang sama karya Erich Maria Remarque.

Ini adalah adaptasi film ketiga dari buku tersebut setelah versi tahun 1930 dan 1979. Film ini disutradarai oleh Edward Berger dan dibintangi oleh Felix Kammerer sebagai Paul Bäumer, Albrecht Schuch sebagai Stanislaus Kat Katczinsky, Daniel Brühl sebagai Matthias Erzberger, Sebastian Hülk sebagai Mayor Von Brixdorf, Aaron Hilmer sebagai Albert Kropp, Edin Hasanovic sebagai Tjaden Stackfleet, dan Devid Striesow sebagai Jenderal Friedrichs.

Film ini berlatar pada Perang Dunia I dan mengikuti kehidupan seorang prajurit muda Jerman yang idealis bernama Paul Bäumer. Pada tahun 1917, tiga tahun setelah Perang Dunia I dimulai, Paul Bäumer, seorang pemuda berusia 17 tahun mendaftar di Angkatan Darat Jerman bersama teman-temannya Albert Kropp, Franz Müller, dan Ludwig Behm.

Mereka mendengarkan pidato patriotik dari seorang pejabat sekolah dan tanpa sadar menerima seragam dari tentara yang tewas dalam pertempuran sebelumnya. Setelah ditempatkan di Utara Prancis dekat La Malmaison, mereka berteman dengan Stanislaus Kat Katczinsky, seorang prajurit yang lebih tua.

Pandangan romantis mereka tentang perang hancur oleh realitas peperangan di Front Barat. Ludwig Behm tewas tertembak meriam pada malam pertama. Pada 7 November 1918, Sekretaris Negara Jerman, Matthias Erzberger, bertemu dengan Komando Tinggi Jerman untuk membujuk Jerman memulai perundingan gencatan senjata dengan kekuatan Sekutu.

Sementara itu, Paul dan Kat mencuri seekor angsa dari sebuah peternakan untuk dibagikan kepada Albert, Franz, dan seorang veteran lainnya, Tjaden Stackfleet, yang semakin akrab di front Champagne.

Baca Juga  Wajah MK yang Memalukan | Jurnalpost

Kat yang buta huruf meminta Paul membacakan surat dari istrinya dan khawatir dia tidak akan dapat kembali dari medan perang. Franz menghabiskan malam dengan seorang perempuan Prancis setempat dan membawa kembali syalnya sebagai kenang-kenangan.

Pada 9 November, Erzberger dan delegasi Jerman naik kereta api menuju Hutan Compiègne untuk bernegosiasi gencatan senjata. Paul dan teman-temannya melakukan misi untuk mencari 60 prajurit yang hilang yang dikirim untuk memperkuat unit mereka.

Keenampuluh prajurit itu ternyata tewas karena gas setelah mereka melepaskan masker terlalu cepat. Jenderal Friedrichs yang menentang pembicaraan gencatan senjata memerintahkan serangan sebelum bala bantuan Prancis tiba. Malam itu, delegasi Erzberger mencapai Hutan Compiègne, dan resimen Paul dikirim ke depan untuk bersiap-siap menyerang garis Prancis.

Pada 10 November, Panglima Tertinggi Sekutu Ferdinand Foch memberi Jerman waktu 72 jam untuk menerima syarat Sekutu yang tidak dapat dinegosiasikan. Sementara itu, serangan Jerman merebut garis depan Prancis setelah pertempuran jarak dekat. Tetapi, Jerman dikalahkan oleh serangan balik dengan senjata gabungan di mana Prancis menggunakan tank Saint-Chamond untuk mengatasi pertahanan Jerman.

Franz terpisah dari kelompok dan Albert akhirnya tewas. Terjebak di kawah tanah tak bertuan dengan seorang prajurit Prancis, Paul menusuk prajurit Prancis itu  dan menyaksikan prajurit itu mati perlahan. Ini adalah penyesalan Paul yang dalam.

Erzberger mengetahui pengunduran diri Kaisar Wilhelm II dan menerima instruksi dari Paul von Hindenburg untuk menerima syarat Sekutu. Paul kembali ke unitnya dan melihat mereka merayakan akhir perang yang akan segera terjadi.

Paul bertemu Tjaden yang terluka. Tjaden memberi Paul syal milik Franz dan menyampaikan bahwa Franz telah tewas. Paul dan Kat membawakan makanan untuknya. Tetapi, Tjaden yang tahu bahwa kakinya yang terluka akan diamputasi lebih memilih untuk bunuh diri dengan garpu daripada hidup sebagai orang cacat.

Baca Juga  Ramadan Bersama Semen Tonasa Merajut Kebersamaan dalam Keikhlasan Berbagi di Bulan Suci

Pada 11 November, delegasi Erzberger menandatangani gencatan senjata yang akan berlaku pada pukul 11:00 pagi. Setelah mengetahui tentang gencatan senjata, Paul dan Kat mencuri dari peternakan untuk terakhir kalinya. Tetapi, Kat ditembak oleh putra petani yang dendam dan ia mati sebelum tiba di rumah sakit.

Jenderal Friedrichs yang ingin mengakhiri perang dengan setidaknya kemenangan Jerman sebagai akibat kekesalannya memerintahkan serangan dimulai pada pukul 10:45 pagi. Paul membunuh sebanyak mungkin prajurit Prancis sebelum ditikam bayonet dari belakang beberapa detik sebelum pukul 11:00 pagi.

Paul tersandung keluar dari parit dan puas dengan akhir konflik dan kematiannya. Seorang prajurit Jerman yang diselamatkan oleh Paul dalam pertempuran menemukan mayat Paul. Tetapi, prajurit tidak membawa anjing pelacak sehingga Paul tidak dikenali.

Film All Quiet on the Western Front pertama kali ditayangkan di Festival Film Internasional Toronto pada 12 September 2022. Film ini mendapatkan ulasan positif dari para kritikus, dengan pujian terutama untuk nada, sinematografi, tata rias, penampilan aktor, skor musik Volker Bertelmann, arahan Berger, dan kesetiaannya pada pesan anti-perang.

Film ini meraih 14 nominasi di British Academy Film Awards ke-76 dan sembilan nominasi di Academy Awards ke-95 termasuk Best Picture dan memenangkan empat penghargaan yaitu Best International Feature, Best Cinematography, Best Original Score, dan Best Production Design.  Alhasil, film ini layak untuk dinonton bersama teman-teman dan keluarga.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *