Perjalanan ke Villa Pasir Datar Sukabumi

JurnalPost.com – Sukabumi adalah sebuah kota yang mungkin tersembunyi dari sorotan utama, namun menyimpan pesona alam yang tak terlupakan bagi para petualang. Lanskap yang memikat dan kekayaan budaya yang melimpah, Sukabumi menawarkan pengalaman wisata yang memukau bagi para pencari petualangan. Sebuah kota yang mungkin tersembunyi dari sorotan utama, namun menyimpan pesona alam. Perjalanan di Sukabumi tidak akan pernah lengkap tanpa mengeksplorasi keajaiban alamnya.

Sukabumi memiliki ciri khas yaitu dengan pemandangan gunung yang menawan, daerah ini memiliki banyak tempat untuk ditelusuri bagi para pecinta alam. Pasir Datar adalah salah satu tempat yang menawarkan kedamaian yang tiada tara bagi para pelancong yang mencari ketenangan dengan pemandangan lanskap pegunungan yang bagus dan tak terlupakan bagi para petualang. Kebetulan juga disini saya akan menceritakan perjalanan saya dengan teman-teman pada saat pergi ke tempat tersebut.

Sebuah destinasi tersembunyi yang terletak dengan anggun di lereng Gunung Gede Pangrango, mempersembahkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, tempat ini menyajikan keajaiban alam yang memikat. Udaranya sangat yang segar dan tanah yang subur di desa ini menjadi ciri khasnya, mengundang pengunjung untuk menyelami keindahan dan ketenangan yang jarang ditemui di tempat lain. Saat pertama melangkah ke desa ini, mata kita akan disuguhi panorama indah hamparan perkebunan sayuran yang hijau subur, yang melingkupi dengan lembut kaki Gunung Gede Pangrango yang menjulang tinggi di kejauhan. Layering perbukitan yang mempesona dan kehadiran pepohonan pinus yang menjulang menambahkan sentuhan magis pada pemandangan alam yang disajikan.

Tiap sudut desa ini terasa seperti potret hidup dari alam yang menakjubkan. Bagi yang mencari ketenangan dan keindahan, Pasir Datar adalah tempat yang sempurna untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, keajaiban alamnya juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman dan pecinta alam. Meskipun tidak secara resmi dianggap sebagai tujuan wisata, pesona alam yang dimiliki Pasir Datar telah menarik perhatian banyak pengunjung lokal dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam yang autentik dan menenangkan. Jika Anda mencari tempat untuk menghilangkan diri dari keramaian kota dan menemukan kedamaian di pelukan alam, maka perjalanan ke Pasir Datar adalah pilihan yang tepat.

Saya dan teman-teman sekelas pergi ke tempat ini dalam rangka mengadakan acara malam keakraban. Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan keakraban antar teman sekelas. Acara ini juga diadakan tepat setelah kita semua melewati ujian akhir semester, bisa dibilang acara ini sebagai hadiah untuk kami atau self reward karena telah melewati ujian dan acara ini sekaligus menjadi acara kumpul-kumpul terakhir kita bersama sebelum liburan panjang dan pulang ke kampung masing-masing.

Baca Juga  Bupati Pangkep Tarawih Bersama Jamaah Masjid Jami Nurul Iman Tamangapa

Sebelum berangkat, kita semua berkumpul di depan Kampus IPB Sukabumi pada pukul 12:00 ada sekitar 30 orang yang mengikuti acara ini dan kita semua berangkat ke Pasir Datar menggunakan motor. Kita sampai di Pasir Datar pada pukul 14:20, jadi waktu yang dibutuhkan untuk pergi dari Kampus IPB Sukabumi ke Pasir Datar itu sekitar 2 jam. Disaat kita sampai di villa yang berada di Pasir Datar, hal yang pertama kali kita semua lakukan adalah membuka ponsel kita untuk mengambil foto maupun video dan setelah itu kita upload di media sosial pribadi.
Kita menghabiskan waktu yang cukup lama untuk melihat-lihat pemandangan dan fasilitas yang villa kita miliki. Seperti fasilitas yang ada di luar villa itu adalah kolam renang, tempat api unggun, tempat bakar sate dan tempat nongkrong. Untuk bagian dalam villa nya disini memiliki 2 lantai yang lantai atasnya hanya ada kamar tidur, dibawahnya memiliki 2 kamar mandi dalam, 1 kamar mandi luar, 1 dapur dengan perlengkapan lengkapnya serta kulkas, di villa ini hanya memiliki 1 kamar yang letaknya ada di lantai 2, tetapi pemilik villa juga menyiapkan banyak matras yang bisa disesuaikan dengan jumlah orang yang ingin tidur, di dalam rumahnya cukup luas sampai 30 orang dewasa bisa tidur di dalam.

Pada saat kita sampai di villa, kebetulan kamar dan kolam sedang dibersihkan, jadi kita tidak bisa langsung turun ke kolam yang menghadap ke Gunung Gede Pangrango, pemukiman, dan perkebunan. Setelah melihat fasilitas, kita semua berbagi tugas dengan rata, ada yang bersih-bersih, mempersiapkan makan siang, dokumentasi, dan juga ada yang merapikan halaman depan. Setelah makanan siap kita semua merapat untuk makan siang dan saling berbagi cerita. Beberapa ada yang makan sambil bermain game dan ada juga yang makan sambil menikmati pemandangan, tidak lama setelah makan, karena perut sudah terisi, beberapa dari kita langsung melompat ke kolam yang villa kita miliki, dan yang tidak disangka-sangka, ternyata air di kolam tersebut sangat dingin lalu beberapa dari temanku tidak kuat dengan dinginnya kolam jadi dia langsung naik ke atas kolam.

Singkat cerita, pada malam hari adalah waktunya untuk acara utama yaitu bakar-bakar sate dan menyalakan api unggun. Saya dan teman-teman cowok mempersiapkan arang dan api unggun, sedangkan yang cewek mempersiapkan sate dan masakan lainnya. Setelah makan kita memiliki acara selanjutnya yaitu bermain games, di sini kita bermain games yang namanya Undercover, tidak semuanya bermain games sih, tapi beberapa yang tidak ikut bermain games mereka menikmati pemandangan dan sejuknya udara malam yang ada di Pasir Datar di dekat api unggun yang sebelumnya kita buat. Ketika sudah mulai ada beberapa orang yang mengantuk setelah makan dan bermain games, jadi kita putuskan untuk masuk kedalam villa dan bersantai sambil bercerita, tapi sebelum itu kita melakukan foto bersama terlebih dahulu dan bagi yang mengantuk dipersilahkan untuk tidur tapi kita semua menyarankan untuk tetap ikut sesi bercerita walaupun sambil tiduran. Pada sesi ini kita bercerita tentang keluh kesah kita selama di semester itu dan juga pesan atau kesan.

Baca Juga  Eksklusif Hari Santri: Konsepsi Menjadi Santri Neomodernis

Banyak sekali villa di sekitar Pasir Datar ini yang memiliki pemandangan yang menakjubkan, tetapi dari hasil survey kita mengatakan kalau rekomendasi tempat untuk menetap atau menginap adalah villa yang bernama Villa Lavender, ini adalah villa yang sama yang saya dan teman-teman saya tempati karena menurut kami villa ini adalah villa yang paling worth it untuk ditempati dengan harga yang lumayan murah bisa mendapatkan fasilitas dan pemandangan yang bagus dengan harga sekitar Rp. 1.900.000,- harga ini juga disesuaikan dengan banyaknya orang yang akan tinggal dan tanggal pesannya.

Untuk sarana transportasi saya bisa menyarankan untuk menggunakan kendaraan mobil ataupun motor, karena jalan disini juga bisa dilalui mobil dengan aman, apa lagi untuk kalian yang ingin pergi ke sini dengan membawa barang bawaan yang banyak. Sayangnya tidak ada kendaraan umum yang lewat disini dan ketika malam hari tidak ada cahaya penerangan jalan seperti lampu yang biasanya ada di pinggir jalan, jadi jalanan akan terlihat sangat gelap pada malam hari.

Keseluruhan dari perjalanan ini adalah hal yang sangat menyenangkan dan perjalanan ke Villa Pasir Datar, Sukabumi, bukan sekadar petualangan biasa. Pelukan alam yang mempesona, kami menemukan kedamaian yang jarang ditemui di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Dari perkebunan hijau hingga gemerlap bintang di langit malam, setiap sudut desa menyuguhkan keindahan yang menghanyutkan.

Acara Makrab yang kami adakan menjadi momen yang membekas, mengukuhkan tali persaudaraan di tengah kemegahan alam. Dari makan siang bersama hingga sesi bakar sate di bawah langit malam, kami merasakan kebersamaan yang tak terlupakan. Dalam cerita dan tawa, kami menemukan arti sejati dari persahabatan. Bagi yang ingin menjelajahi desa ini, kendaraan pribadi adalah pilihan yang disarankan. Meskipun jalanan gelap pada malam hari, keajaiban alam yang tersaji sepanjang perjalanan membuatnya sepadan untuk dijelajahi.

Penulis: Febrian Widi Purnama, Mahasiswa IPB University

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *