Muhammadiyah Sumber Inspirasiku | Jurnalpost

Penulis :Sri Handani Widiyaningrum, PRM Pandowan, PCA Galur, Kulon Progo

JurnalPost.com – Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 atau 18 November 1912 di Kauman Yogyakarta. Amal usaha Muhammadiyah berkembang sangat pesat di semua bidang. Yakni bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan dakwah. Setiap bidang penting bagi kita dan masyarakat. Misalkan dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah memberikan sumbang sih untuk ikut andil di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui gurulah sebuah bangsa dapat dirubah dari kemunduran menjadi berkemajuan. Inilah yang membuat saya ingin menjadi guru terlebih di sekolah berbasis Muhammadiyah.

Foto Sri Handani Widiyaningrum aktif mengikuti kegiatan ‘Aisyiyah

Sebelumnya perkenalkan dulu, nama saya Sri Handani Widiyaningrum, saya berasal dari salah satu kalurahan di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun jauh dari kota, namun orang tua saya termasuk orang yang berpendidikan, sehingga semua anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan. Selain itu, orang tua juga aktif pada kegiatan organisasi Muhammadiyah. Setelah saya lulus dari bangku kuliah dan berbekal ijazah itulah, saya mulai keluar masuk sekolah untuk mendaftarkan sebagai guru, iya guru honorer. Namun tak satupun sekolah yang mau menerima saya dengan alasan tidak ada lowongan. Aku memakluminya dengan keadaan sekolah yang memang tidak ada lowongan. Hingga suatu hari saya melihat kolom pada surat kabar, ada sekolah di kota yang membutuhkan guru.

Sekolah tersebut yakni SD Muhammadiyah Suronatan, setelah melalui serangkaian ujian, akhirnya saya diterima menjadi tenaga honorer di sana. Jarak dengan rumah kurang lebih 35 km, dengan naik bus dua kali ganti bus. Saya setiap hari ngelajo, bahkan pernah harus ber jalan kaki sejauh 4 km karena jembatan penghubung kabupaten Bantul dan Kulon Progo yakni Jembatan Srandakan putus. Setiap hari dari hari Senin sampai hari Sabtu harus pulang pergi untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagai guru. Alhamdulillah saya jarang sekali terlambat masuk sekolah, karena berangkat juga pagi-pagi.

SD Muhammadiyah Suronatan terletak di Jalan Suronatan, Notoprajan, Ngampilan, Kodya Yogyakarta. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1918 yang merupakan Sekolah Dasar tertua Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Bahkan sekolah ini merupakan sekolah tertua Muhammadiyah di Indonesia, yang awalnya sekolah ini bernama Standart School yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan. Sekolah ini berdiri di atas bangunan seluas 1.513 meter persegi, dengan luas bangunan 996 meter persegi.

Baca Juga  Bank QNB Indonesia Meluncurkan Program First Starter

Alhamdulillah saya merupakan bagian dari pengajar SD Muhammadiyah Suronatan tahun 1999. Di sana saya mengajar al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengajar. Bisa bertemu dengan orang-orang yang sepaham. Saya nyaman bisa mengajar di SD Muhammadiyah Suronatan. Seperti guru pada umumnya, saya mengajar siswa dan juga membimbing beberapa lomba keagamaan. Bertahun-tahun membimbing siswa dengan segudang prestasi yang mereka dapatkan. Saya bersyukur karena telah menjadi bagian dari Muhammadiyah.

Adapun lomba keagamaan antar sekolah antar lain lomba tartil, lomba azan, lomba Cerdas Cermat Agama (CCA), lomba kaligrafi dan sebagainya. Di SD Muhammadiyah sendiri ada tiga guru agama yakni Dwi Budiningsih, Ahmad Bunyanudin dan saya sendiri Karena kami bertiga, akhirnya lomba juga di bagi menjadi tiga bagian. Saya mendapatkan bagian lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) dan tartil. Setiap lomba sering kali mendapatkan kejuaraan, karena memang SD Muhammadiyah Suronatan merupakan sekolah favorit, sehingga dukungan dari keluarga juga maksimal. Pernah suatu hari SD Muhammadiyah mengikuti event CCA tingkat Yogyakarta dan Jawa Tengah di Masjid Agung Kauman Yogyakarta. Alhamdulillah bisa meraih juara satu, selama dua tahun berturut-turut. Hal itu merupakan kebanggan tersendiri. Sedangkan perlombaan event lain, SD Muhammadiyah juga sering mendapatkan juara.

Selain membimbing siswa lomba, saya juga mengikuti kegiatan menulis buku yang diadakan oleh penerbit Suara Muhammadiyah (SM) tahun 2008 buku Al-Islam kelas 4 dan Kemuhammadiyahan kelas 3, 5 dan 6 sekolah dasar. Waktu itu ada dua event menulis buku, pertama yang mengadakan menulis buku dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan yang kedua dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah cetakan pertama, kemudian menyusul cetakan kedua dan seterusnya. Ahamdulilah saya bisa menjadi bagian dari tim menulis buku, yang digunakan untuk buku pegangan siswa se Indonesia khusus sekolah Muhammadiyah. Selama sepuluh tahun saya mengabdi di SD Muhammadiyah Suronatan, sekolah yang menjadikan lebih dewasa, merupakan rumah kedua yang begitu nyaman. Dari sinilah saya banyak belajar tentang bagaimana pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan yang mengutamakan kepentingan siswa di atas kepentingan pribadi. Mengajar dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih sedikitpun.

Baca Juga  Keberhasilan Program CSR Universitas Muhammadiyah Malang di Sepanjang Jalan Ijen Kota Malang
Foto Sri Handani Widiyaningrum mendapatkan juara harapan dua nasional Mahkamah Konstitusi

Namun tahun 2009, saya harus berpindah tugas di tempat yang baru, di MIN 2 Kulon Progo. Meskipun sekolah negeri, hal-hal yang saya dapatkan di SD Muhammadiyah Suronatan, saya terapkan di MIN 2 Kulon Progo. Jiwa Muhammadiyah selalu ada dalam jiwa dan perilaku setiap hari. Selain mengajar, saya juga aktif di organisasi ‘Aisyiah.

Di MIN 2 Kulon Progo, berbagai prestasi saya peroleh. Tahun 2017, 2018 pernah juara dua lomba Mahkamah Konstitusi tingkat propinsi yang diadakan oleh Kementerian Agma, tahun 2019 meraih juara satu tingkat propinsi lomba Mahkamah Konstitusi juga. Tahun 2021 maju mewakili Kementerian Agama dan mendapatkan juara harapan dua tingkat nasional lomba Mahkamah Konstitusi. Tahun 2021 juga mendapatkan juara tiga penulis buku solo tingkat wilayah Kementerian Agama.

Foto Sri Handani Widiyaningrum dengan karyanya buku Kemuhammadiyahan

Semua ini saya dapatkan karena turut serta di Muhammadiyah secara aktif, dari Muhammadiyah saya mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Pantang menyerah, semangat, ikhlas selalu menjalankan muqadimah Muhammadiyah. Saya banyak membaca dan belajar dari tokoh Muhammadiyah, baik nasional maupun lokal. Bagaimana piyayi sepuh (orang tua) Muhammadiyah yang semangat dalam mengamalkan amal usaha Muhammadiyah. Akhir kata semoga tulisan ini dapat menginspirasi bagi pembaca. Perjuangan tidak akan berhenti, negara ini masih butuh perjuangan. Salah satunya berjuang untuk memajukan pendidikan. Seko cilik iso dadi gede (dari hal yang kecil bisa menjadi besar). Dalam organisasi Muhammadiyah merupakan wadah yang paling tepat untuk turut serta dalam pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Penulis :Sri Handani Widiyaningrum, PRM Pandowan, PCA Galur, Kulon Progo

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *