Minimnya Literasi Keuangan pada Kalangan Gen Z

Oleh : Najwa Aurelia (Mahasiswi Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University)

JurnalPost.com – Generasi Z, terdiri dari individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk masalah literasi keuangan. Kurangnya pemahaman mengenai keuangan pribadi dapat memberikan dampak negatif pada masa depan keuangan generasi ini. Artikel ini akan membahas kurangnya literasi keuangan di kalangan Generasi Z, menyertakan data yang akurat, dan memberikan informasi dasar mengenai keuangan yang perlu diketahui oleh mereka.

Generasi Z menghadapi beberapa hambatan dalam literasi keuangan. Pendidikan formal mengenai keuangan sering kali terbatas, menyebabkan mereka tidak mendapatkan dasar yang cukup untuk memahami konsep-konsep keuangan. Meskipun banyak negara telah menyertakan pelajaran keuangan dalam kurikulum sekolah, masih ada banyak tempat di mana pendidikan formal mengenai keuangan tidak memadai.

Pengaruh media sosial dan gaya hidup konsumtif juga menjadi faktor yang mempengaruhi pemahaman Generasi Z terhadap keuangan. Terpapar oleh gaya hidup konsumtif di media sosial, mereka mungkin cenderung mengabaikan pentingnya tabungan dan investasi.

Berdasarkan informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa tingkat literasi keuangan Gen Z hanya sebesar 44,04%, angka ini lebih rendah 3,94% dari generasi milenial, dengan jumlah penduduk Gen Z di tahun 2019 sebesar 72,9 juta jiwa. Literasi keuangan sebesar 44,04% termasuk dalam tingkat literasi keuangan rendah, karena angka tersebut di bawah 60%.

Informasi dasar mengenai keuangan yang perlu diketahui oleh Generasi Z melibatkan aspek-aspek seperti membuat anggaran pribadi, pemahaman tentang investasi dan risiko, perencanaan pensiun, dan manajemen hutang serta kredit.

Generasi Z perlu memahami pentingnya membuat anggaran pribadi untuk mengelola pengeluaran mereka dengan bijak dan memastikan tabungan yang cukup untuk masa depan. Pemahaman mengenai berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan reksa dana, serta kesadaran akan risiko yang terkait, akan membantu mereka membuat keputusan investasi yang cerdas.

Baca Juga  This Is How Occupying Palestine Has Undone Israeli Democracy

Membangun dana darurat dan merencanakan masa pensiun adalah langkah krusial dalam mengelola keuangan pribadi. Generasi Z perlu menyadari pentingnya memulai investasi untuk pensiun sejak dini. Selain itu, pemahaman mengenai cara mengelola hutang, memahami bunga kredit, dan menjaga kredit score merupakan elemen penting dalam keuangan pribadi.

Oleh karena itu, literasi keuangan yang rendah di kalangan Generasi Z merupakan tantangan yang perlu diatasi agar mereka dapat mengelola keuangan pribadi dengan cerdas dan membangun masa depan keuangan yang stabil. Pendidikan keuangan yang holistik, baik melalui sistem pendidikan formal maupun sumber-sumber informal, perlu menjadi fokus untuk membantu Generasi Z menjadi generasi yang lebih paham dan cerdas dalam mengelola keuangan mereka.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *