Menjelajahi Wisata Kuliner di Jalan Surya Kencana Bogor dan Melihat Rumah Kapitan Tan

Jalan Surya Kencana ( 12/11/2023).Foto : Devi Nurfitriani/Dok. Pribadi

JurnalPost.com – Jalan Surya Kencana merupakan salah satu jalan di Kota Bogor, Jawa Barat yang sampai saat ini dikenal sebagai pusat kuliner dan wisata untuk para pengunjung. Banyak wisata yang ditawarkan di jalan surya kencana seperti Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Klenteng Hok Tek Bio, beragam Museum dan masih banyak lagi. Untuk mengakses jalan surya kencana sangatlah mudah sekali karena jalan surya kencana ini terletak tidak cukup jauh dari Tugu Kujang Bogor dan terlebih lagi banyak sekali akses kendaraan yang akan membawa ke jalan surya kencana bogor.

Berdasarkan informasi dari Diskominfo Kota Bogor, jalan Surya Kencana berperan sebagai ruas jalan raya Anyer-Panarukan. Di belakang jalan ini terdapat pemukiman warga-warga Tionghoa yang menetap dan tinggal di pemukiman tersebut yang sering disebut sebagai daerah pecinan. Jalan Surya Kencana pada awalnya dibuat atas perintah Gubernur Jendral Daendels pada tahun 1808, pada kala itu masih dikenal dengan Postweg atau Jalan Pos Pada tahun 1970-an, terjadi sebuah peristiwa sejarah yang mengharuskan orang-orang Tionghoa hijrah ke tempat ini dan pada kala itu, kebanyakan warga Tionghoa bertahan hidup dengan cara berdagang. Sehingga pada saat itu jalan Surya Kencana dikenal sebagai nama Handelstraat. Jalan perniagaan ini kemudian berubah menjadi nama Surya Kencana pada tahun 1970.

Jalan Surya kencana juga tidak hanya memusatkan kuliner saja tetapi juga di jalan surya kencana menjual berbagai jenis kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, peralatan rumah tangga, elektronik dan masih banyak lainya. Namun ada makanan khas Bogor yang selalu ada di jalan surya kencana dan menjadi makanan dan minuman khas yang wajib di coba yaitu Soto Mie Bogor , soto kuning dan Es Bir Kotjok yang dengan mudah ditemukan di sepanjang jalan surya kencana. tidak hanya tempat kuliner khas saja sekarang sudah banyak sekali cafe yang memiliki interior di dalamnya namun tidak mengubah kesan peninggalan Tionghoa, dengan banyaknya pilihan kuliner di jalan surya kencana ini akan membuat para pengunjung tertarik untuk datang menjelajahi jalanan surya kencana.

Baca Juga  RUU ASN Disahkan? Tenaga Non-ASN Sudah Bisa Tenang??

Di jalan surya kencana di setiap sudut banyak sekali rumah peninggalan dari Tionghoa namun ada satu rumah yang masih sangat dirawat sehingga masih terlihat sangat bagus sekali yaitu Rumah Kapitan Tan. Rumah Kapitan Tan selalu tampak tertutup namun sampai saat ini rumah itu masih ditinggali oleh para keturunan Kapitan Tan. Desain rumah tersebut bisa dilihat sangat unik. Perpaduan gaya arsitektur timur dan eropa atau yang dikenal dengan sebutan arsitektur Indis. Sebuah gaya arsitektur yang sangat jarang ada pada masa pemerintahan Belanda di Indonesia saat itu. Maka sampai saat ini rumah Kapitan Tan sangat dirawat dan dijaga sekali namun biasanya jika ada acara rumah Kapitan Tan akan dibuka dan orang-orang yang sedang berwisata kuliner bisa mampir untuk melihat isi di dalam rumah tersebut. Bangunan rumah Kapitan Tan termasuk banguna paling unik sampai saat ini ketika melihat nya secara langsung sangat terkesan unik sekali, Rumah ini akan selalu menjadi rumah ikonik di jalan surya kencana.

Rumah Kapitan Tan, ( 12/11/2023).Foto : Devi Nurfitriani/Dok. Pribadi

Rumah Kapitan tan dimiliki oleh seorang keturunan Tionghoa yang kaya raya dan dihormati pemerintah Belanda pada masa itu. Kapitan Tan terlahir dengan nama Tan Eng Tjoan pada tahun 1835 dari seorang ayah bernama Tan Soeij Tjoe (Pie Sin) dan ibu Bernama Thung Na Nio. Kapitan Tan meninggal pada 27 Oktober 1889 di Buitenzorg yang kini menjadi Bogor. Sebutan Kapitan atau Kapiten pada masa itu bukan merupakan pangkat kemiliteran. Tapi merupakan gelar yang disandang oleh para petinggi atau orang-orang yang terpandang dalam sebuah komunitas masyarakat pada masa itu. Gelar Kapitan Tan diberikan sendiri oleh pemerintah Belanda yang berkuasa pada saat itu. Kapitan Tan merupakan orang terpandang dari komunitas masyarakat Tionghoa yang tinggal di kawasan yang saat ini menjadi Jalan Surya Kencana.

Baca Juga  Program Wisata Edukasi Desa Kragan (WESI) Dalam Aksi Gemilang Sidoarjo, Dukung Implementasi SDGs

Rumah Kapitan Tan atau rumah peninggalan Kapitan Tan sekarang telah menjadi salah satu bangunan cagar budaya Kota Bogor, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2005. Pengelolaan cagar budaya ini dilakukan secara pribadi dan berada dibawah pengawasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor. Menurut orang sekitar atau orang asli bogor di setiap sudut dari jalan surya kencana membawa kita kembali ke zaman seperti dulu karena masih banyak nya bangunan – bangunan yang sudah tua tetapi masih terawat sangat baik sekali dan masih terasa sekali keaslian zaman dulu. Meskipun sudah banyak sekali rumah modern yang sudah di bangun sekarang tetap saja saat melihat bangunan – bangunan tua yang masih terawat membuat kita merasakan sangat senang dapat melihat beberapa peninggalan bersejarah di zaman dulu.

Oleh: Devi Nurfitriani
Mahasiswa Jurusan Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University
.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *