Menggapai Kemuliaan Malam Lailatul Qadr

JurnalPost.com – Bulan ramadhan menjadi salah satu bulan yang dimuliakan oleh umat Islam. Pasalnya di bulan ini terdapat banyak peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi. Diantaranya pada bulan ini bertepatan dengan turunnya kitab suci al-Qur’an pada tanggal 17 ramadhan, sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Baqarah ayat 185. Selain itu, juga terdapat momentum yang diyakini oleh umat Islam sebagai hari yang lebih baik dari seribu bulan, yakni malam lailatul qadr. Dalam al-Qur’an surah al-Qadr ayat 3 disebutkan bahwa lailatul qadr merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Salah satu keutamaan malam lailatul qadr disebutkan oleh Rasulullah saw, dalam hadisnya yang berbunyi:

Telah menceritakan kepada kami Abu al- Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’aib berkata, telah menceritakan kepada kami Abu az-Zinad, dari al-A’raj dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa menegakkan lailatul qadr karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R. Bukhari no. 35)

Menurut pendapat ulama’ malam lailatul qadr itu terjadi pada malam-malam ganjil di bulan ramadhan, yaitu antara malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Oleh karena itu Rasulullah saw menganjurkan kepada umatnya agar mengerjakan amalan-amalan di bulan ramadhan terutama pada malam-malam ganjil akhir ramadhan.

Diantara amalan yang dianjurkan pada malam-malam terakhir bulan ramadhan supaya bisa memperoleh kemuliaan lailatul qadr ialah sebagai berikut:

1. Memperbanyak membaca al-Qur’an
Bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an, sehingga pada bulan ini sangat dianjurkan kepada umat muslim untuk memperbanyak membaca al-Qur’an. Seperti yang biasa dilakukan oleh Rasulullah saw, dalam sebuah hadis berikut:

وكانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِن رَمَضَانَ، فيُدَارِسُهُ القُرْآنَ

Baca Juga  Uang dan Kepercayaan | Jurnalpost

“Jibril biasa menemuinya (Rasulullah saw) di setiap malam bulan ramadhan, kemudian membaca al-Qur’an” (H.R. Bukhari no. 3220 dan Muslim no. 2308).

Sebagaimana hadis diatas, kita bisa membaca al-Qur’an baik secara mandiri atau pun dengan berkelompok bersama majelis khotmil di daerah setempat.

2. Memperbanyak bersedekah
Selain berpuasa, di bulan ramadhan kita dianjurkan untuk bersedekah. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadisnya berikut:

أَفْضَلُ الصَّومِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَعْبَانُ لِتَعْظِيْمِ رَمَضَانَ وَأَفْضَلُ الصَدَقَةِ صَدَقَةٌ فَي رَمَضَانَ

“Puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan ialah puasa sya’ban, untuk memaksimalkan ramadhan, dan sedekah yang paling utama ialah sedekah di bulan ramadhan.” (H.R. Tirmidzi no. 663)

Berbagai macam sedekah dapat dilakukan di bulan ramadhan, seperti berbagi takjil kepada para pejuang nafkah yang ada di jalan-jalan, santunan anak yatim, dan lain sebagainya.

3. Memperbanyak dzikir kepada Allah swt
Salah satu kiat yang bisa dilakukan untuk menjemput kemuliaan malam lailatul qadr adalah dengan memperbanyak berdzikir menyebut nama Allah swt. Adapun dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah saw dengan membaca doa ( Allahumma Innaka ‘Afuwwun Kariim tuhibbu al-‘afwa fa’fu anniy) sebagaimana dalam hadisnya berikut:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ أَرَأَيْتَ إن عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيْهَا قَالَ قَولِي اللهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمُ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Aku (‘Aisyah) berkata, Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku tahu malam mana yang merupakan malam lailatul qadr, apa yang harus aku katakan tentangnya? Rasulullah saw bersabda, “Katakanlah, Ya Tuhan, engkau Maha Pengampun dan Maha Pemurah dan engkau mencintai maafku, jadi maafkan aku”.

Setelah mengetahui beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk menggapai kemuliaan malam lailatul qadr, marilah kita manfaatkan waktu ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, agar bisa mendapatkan kemuliaan malam lailatul qadr hendaknya kita lakukan amalan-amalan yang sudah dipaparkan diatas. Semoga setelah bulan ramadhan ini selesai kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari sebelum ramadhan.

Baca Juga  Dua Seteru Dipelangan Abadi Perseteruan Hamas Dan Israel Memanas

Biodata Penulis
Wulan Rahayu, Mahasiswi semester 6 Program Studi Ilmu Hadis di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Beberapa tulisannya sudah terbit pada buku antologi literasi dan puisi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *