Mengeksplorasi; Manajemen Peserta Didik yang Kekinian

Oleh : Fransisko Chaniago, M.Pd.
Dosen MPI UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

JurnalPost.com – Di Indonesia, undang-undang yang mengatur tentang manajemen peserta didik, pendidikan, dan lembaga pendidikan termuat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005.

Lembaga pendidikan di Indonesia juga memiliki peraturan internal dan pedoman yang mengatur manajemen peserta didik di tingkat sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya. Ini termasuk pedoman tentang manajemen kelas, disiplin siswa, kurikulum, dan tata tertib sekolah. Penting untuk memahami peraturan dan undang-undang yang berlaku dalam konteks pendidikan untuk memastikan bahwa manajemen peserta didik dilakukan sesuai dengan hukum dan standar pendidikan yang berlaku.

Manajemen peserta didik merupakan fondasi utama yang harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan. Ini bukan hanya menyoalkan sebuah praktik administratif yang hanya membantu sekolah menjalankan operasinya, tetapi juga merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang efektif dan inklusif. Dengan memberikan perhatian pada pengelolaan peserta didik yang efisien, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal bagi Peserta didik.

Sebagaimana menurut Mantja, (2007) Berpendapat bahwa manajemen peserta didik, atau dikenal juga sebagai manajemen kesiswaan, iyalah upaya untuk mengelola semua aspek yang terkait dengan siswa, mulai dari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama mereka bersekolah, hingga saat mereka menyelesaikan pendidikan. Ini dilakukan dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.

Terlaksananya manajemen peserta didik yang baik memerlukan kerja sama, komitmen, dan perencanaan yang matang dari berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan. Dreikurs (1950 yang merupakan ahli psikologi pendidikan telah menggarisbawahi pentingnya keterlibatan positif, disiplin yang konstruktif, dan hubungan yang baik antara guru dan siswa dalam manajemen peserta didik. Hubungan yang baik antara guru dan siswa merupakan elemen kunci dalam manajemen peserta didik yang optimal. Ini tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang positif, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan siswa dan hasil pendidikan yang tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Akan Masuk Rumah Sakit Jiwa

Dalam konteks manajemen peserta didik terdapat beberapa aspek penting untuk membangun hubungan yang baik antara guru dan siswa. Hubungan yang baik antara guru dan siswa menciptakan lingkungan belajar yang aman, mendukung, dan memotivasi. Hal ini dapat membantu siswa merasa lebih termotivasi, meraih hasil akademik yang lebih baik, dan berkembang secara pribadi. Selain itu, hubungan yang baik ini juga menciptakan fondasi yang kuat untuk manajemen peserta didik yang sukses.

Menarik ketika menyoalkan tentang hubungan guru dan siswa sebagaimana pendapat Gloria Ladson-Billings seorang ahli dalam bidang pendidikan multicultural. Beliau menyoroti pentingnya guru yang memiliki pemahaman yang baik tentang latar belakang dan kebutuhan siswa yang beragam. Hubungan guru-siswa yang inklusif dan pengajaran yang relevan dengan budaya siswa dianggapnya sangat penting.

Lee Shulman juga menyoroti pentingnya “pedagogical content knowledge” guru dalam merancang pengalaman pembelajaran yang efektif. Menurutnya, guru harus memiliki pemahaman yang baik tentang cara mengajar materi yang mereka ajarkan. Penting untuk diingat bahwa kerja sama dan komunikasi yang kuat antara guru dan siswa sangat dibutuhkan. Guru perlu memberikan panduan dan bimbingan yang tepat, sementara siswa perlu mendekati peran mereka dengan tanggung jawab. Dalam keseluruhan, Manajemen Kelas Berbasis Keterlibatan Siswa dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang berfokus pada perkembangan siswa dan pembelajaran yang berarti.

Oleh sebab itu dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi tentu membawa pengaruh terhadap Lembaga Pendidikan yang diharuskan memainkan peranannya dengan cara menyesuaikan perkembangan zaman. Terkhusus melahirkan manajemen peserta didik yang kekinian. Manajemen peserta didik kekinian harus mencakup pemanfaatan teknologi terkini dalam pembelajaran. Teknologi seperti perangkat lunak pembelajaran, platform daring, dan perangkat mobile dapat membantu memperkaya pengalaman belajar dan mempersiapkan siswa untuk dunia digital yang terus berkembang.

Baca Juga  5 Fakta Unik Kapal Pinisi, Sang Legenda Maritim Indonesia

Dengan demikian maka diperlukanlah pendekatan yang menekankan adaptasi terhadap perubahan dan kebutuhan siswa dan masyarakat saat ini. Dalam konteks pendidikan yang terus berubah, Manajemen Peserta Didik kekinian membantu peserta didik meraih keterampilan dan pemahaman yang relevan dengan dunia mereka serta mempersiapkan peserta didik untuk dapat meraih apa yang menjadi harapannya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *