Mahasiswa ITB terjerat Pinjaman Online demi Bayar Uang Kuliah

Kontroversi Pinjaman Online
Semakin berkembangnya teknologi, pinjaman online merupakan hal yang sering menjadi opsi masyarakat untuk membantu kekurangan finansialnya. Pinjaman online memiliki kemudahan akses, sehingga banyak masyarakat banyak menyalahgunakan kemudahan ini. Pinjaman online dapat berdampak positif dan negatif bagi masyarakat. Tetapi, lebih banyak dampak negatifnya bagi pengguna yang kurang cermat. Saat ini kasus pinjaman online semakin merajalela, banyak perguruan Tinggi yang sudah terkena kasus dari pinjaman online ini, seperti kejadian yang sedang marak akhir-akhir ini.

Institut Teknologi Bandung sekarang tengah hangat akan kasus penunggakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal yang harus dilunaskan oleh beberapa mahasiswa ITB. Hal ini dipermasalahkan oleh ITB karena hutang tunggakan mahasiswa yang sudah memuncak. Mahasiswa yang kesulitan dalam keuangan, disarankan untuk melakukan skema pembayaran melalui Pinjaman Online. ITB menyarankan untuk menggunakan Danacita sebagai solusi untuk mempermudah mahasiswa dalam pembayaran UKT. Danacita ini dapat dimanfaatkan sebagai bantuan pendanaan kuliah di ITB. Hal ini dianggap negatif oleh mahasiswa, karena sangat tidak wajar jika Perguruan Tinggi Negeri merekomendasikan pinjaman online untuk membayar / melunasi tunggakan UKT.

Mahasiswa tidak setuju akan solusi yang diberikan untuk melakukan pembayaran UKT. Mahasiswa melakukan aksi penolakan dengan cara demo langsung atasan kampus. Rektor ITB mengatakan bahwa Danacita bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa yang terkendala ekonomi untuk menggunakan platform pinjaman online tersebut. Banyak mahasiswa mengeluh akan tingginya golongan UKT. Seharusnya biaya kuliah mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri tidak semahal Perguruan Tinggi Swasta.

Menurut saya, Pinjaman Online bisa memperberat keuangan mahasiswa. Diawal-awal diberikan kesenangan dengan adanya kemudahan untuk mendapatkan uang dengan nominal yang cukup besar dengan diberikan tenggat waktu yang cukup banyak untuk membayar tunggakan di Pinjaman Online tersebut. Tetapi, berbahaya ketika telah terlena dengan adanya pinjol. Belum lagi dengan adanya bunga yang tambah memberatkan mahasiswa untuk melunasi uang tersebut. Bukannya memperingan malah memperbanyak beban mahasiswa. Mahasiswa banyak mengatakan bahwa tujuannya masuk ke dalam Perguruan Tinggi Negeri adalah untuk memperkecil biaya pengeluaran untuk Pendidikan. Tetapi, pada masa sekarang malah terjadi kebalikannya. UKT dinaikkan dan penyicilan tunggakan dipersulit, sehingga terjadilah pinjaman online itu.

Baca Juga  Tumbuhkan Cinta Nabi, Rumah Qur’an Binaan BMH gelar Peringatan Maulid

Pinjaman online tidak hanya merugikan mahasiswa secara finansial saja, tetapi juga akan mengalami gangguan terhadap fokus akademis. Diakibatkan hutang yang tesebar dimana-mana, mahasiswa akan terganggu kuliahnya akbiat ingin mencari cara untuk melunasi hutangnya dari pinjaman online tersebut.

Solusi Permasalahan
Dengan adanya kasus pinjaman online ini, dibutuhkan solusi yang dapat meringankan penggunanya. Kampus tidak dapat menyarankan mahasiswa untuk meminjam pada platform pinjaman online, karena itu akan merumitkan dan menambah bebannya. Solusi yang dapat diberikan ITB kepada mahasiswa adalah dengan memperpanjang waktu pembayaran pencicilan UKT. Dengan adanya perpanjangan tersebut mahasiswa bisa memperkirakan, berapa lama lagi waktu ia menyicil tunggakan UKT tersebut. Bagi mahasiswa yang telah melewati tenggat, maka harus menerima konsekuensi yang diberikan oleh perguruan tinggi setempat.

Dengan adanya penurunan penggolongan UKT, mahasiwa dapat terbantu dalam hal finansial. Bertambahnya beasiswa yang diberikan juga bisa meringankan beban pembayaran UKT. Beasiswa seperti KIP-K harap diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Banyak mahasiswa yang menyalahgunakan beasiswa ini untuk mendapatkan tambahan uang jajannya. Diharapkan untuk perguruan tinggi lebih teliti dalam menyeleksi orang yang berhak mendapatkan beasiswa tersebut.

Untuk selanjutnya, dapat diberikan wawasan mengenai solusi akan masalah keuangan. Mahasiswa dapat lebih aware terhadap pembayaran UKT agar tidak terjadi lagi penunggakan. Mahasiswa dapat diberi edukasi terkait beasiswa yang sedang dibuka. Untuk segera mendaftarkan beasiswa tersebut dan mendapatkan benefitnya, selain itu Perguruan Tinggi Negeri dapat memberikan tutorial untuk mahasiswa yang tidak mengerti akan cara pelamaran beasiswa tersebut.

Oleh: Kania Chairunnisa Dwi Artha, Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *