Gymnasium Sekolah Vokasi IPB Sebenarnya Untuk Siapa?

Penulis: Intan Putri Nurferdiany
Mahasiswi Program Studi Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Gedung gymnasium yang baru diresmikan oleh Fakultas Sekolah Vokasi IPB University pada 1 September 2023 merupakan sebuah tonggak penting bagi mahasiswa dan lingkungan kampus. Namun, kegembiraan ini ternyata tidak berlangsung lama ketika pada awal bulan Desember, gymnasium tersebut diresmikan sebagai homebase untuk Rans Simba Bogor, meninggalkan para mahasiswa dengan rasa kecewa yang mendalam.

Sebagai mahasiswa yang berasal dari Fakultas Sekolah Vokasi IPB, saya pun bergabung dalam sorak kegembiraan saat gedung gymnasium diresmikan. Kami berharap bahwa dengan adanya fasilitas baru ini, kami akan memiliki ruang untuk meningkatkan kegiatan aktivitas fisik kami bersama rekan-rekan di lingkungan kampus. Namun, kenyataannya sangat berbeda dari harapan kami.

Pertanyaan yang muncul dalam benak kami adalah untuk siapa sebenarnya gymnasium ini dibangun? Mengapa pihak eksternal dapat dengan mudah menggunakan fasilitas yang seharusnya menjadi milik kami sebagai mahasiswa? Kami merasa bahwa hak kami sebagai mahasiswa untuk menggunakan fasilitas ini telah dirampas, sedangkan kami yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan fasilitas kampus.

Pihak kampus seharusnya memberikan penjelasan yang jelas mengenai keputusan ini kepada kami, mahasiswa. Apakah pembangunan gymnasium ini melalui sumbangan biaya kuliah yang kami bayarkan setiap semester? Jika demikian, mengapa kami tidak memiliki hak yang sama untuk mengakses fasilitas ini seperti pihak eksternal?

Kami juga merasa bahwa kami tidak diberi perlakuan yang adil ketika pihak eksternal menggunakan gymnasium sebagai homebase mereka. Meskipun kami, sebagai mahasiswa, seharusnya menjadi prioritas dalam penggunaan fasilitas kampus, kami malah diberikan waktu terbatas untuk menggunakan gymnasium, terutama di jam-jam perkuliahan. Hal ini membuat kami bertanya-tanya, apakah kami harus mengorbankan waktu belajar kami hanya untuk bisa menggunakan fasilitas yang seharusnya menjadi milik kami?

Baca Juga  Jasa Pembuatan Tugas: Solusi Tepat untuk Mahasiswa yang Kesulitan Menyelesaikan Tugas

Selain itu, kami juga merasa tidak adil ketika pihak eksternal mendapatkan berbagai keistimewaan, seperti tiket gratis atau diskon untuk acara yang mereka adakan di gymnasium. Kami, sebagai mahasiswa yang telah membayar biaya kuliah yang tidak sedikit, seharusnya mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan keistimewaan ini, jika tidak lebih.

Kami memahami bahwa hubungan antara kampus dan pihak eksternal bisa saja menguntungkan bagi kedua belah pihak. Namun, hal tersebut tidak seharusnya dilakukan dengan merugikan hak-hak mahasiswa. Kami merasa bahwa pihak kampus seharusnya lebih memperhatikan kepentingan dan kebutuhan mahasiswa, yang seharusnya menjadi fokus utama dalam setiap keputusan yang mereka ambil.

Saat ini, kami masih belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak kampus terkait dengan nasib gymnasium dan hak-hak kami sebagai mahasiswa. Kami membutuhkan kejelasan dan transparansi dari pihak kampus mengenai bagaimana gymnasium ini akan dikelola ke depannya, serta bagaimana kami sebagai mahasiswa dapat mengakses fasilitas ini dengan adil dan tanpa hambatan.

Sebagai mahasiswa yang telah memberikan kontribusi finansial melalui biaya kuliah, kami merasa bahwa kami berhak mendapatkan hak yang setara dalam penggunaan fasilitas kampus, termasuk gymnasium ini. Kami berharap agar pihak kampus dapat mendengarkan suara kami sebagai mahasiswa dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan bahwa hak-hak kami dihormati dan dipenuhi dalam pengelolaan fasilitas kampus ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *