Eksil dan Pencerahan Generasi: NALADARA dan Prof. Mahfud M.D Kolaborasi Dalam Diskusi Film Berwawasan

Jakarta, JurnalPost.com – Dalam langkah nyata menuju pencerahan intelektual, Nalar Muda Nusantara (NALADARA) sukses mengadakan diskusi film yang telah lama dinantikan. Pada 14 Maret, di pusat kota Jakarta, acara ini memfokuskan perhatian pada “Eksil”, sebuah film yang mengeksplorasi pencarian identitas dan pengasingan. Acara ini diperkaya dengan kehadiran Prof. Mahfud M.D, pakar dalam bidang hukum dan hak asasi manusia yang juga pernah berkontribusi pada upaya dan kepulangan para eksil.

Acara tersebut dirancang sebagai medium bagi pemuda Indonesia untuk mendalami isu-isu global dan nasional lewat sinema. “Eksil” terpilih sebagai fokus diskusi karena film ini menyentuh isu-isu yang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda, seperti identitas, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. Helena Sihaloho, Ketua NALADARA, menekankan bahwa forum ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas anak muda dalam artikulasi pandangan dan analisis kritis terhadap dinamika sosial.

Menyoroti pentingnya pendidikan dalam memahami isu-isu sosial, Helena Sihaloho mengutip data dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tahun 2023.1 Menurut data tersebut, hanya 27% remaja Indonesia usia 15-19 tahun yang bersekolah di pendidikan menengah atas umum, dan 21% di pendidikan menengah atas kejuruan.

“Angka ini jelas menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, agar pemuda Indonesia dapat menjadi individu yang kritis dan proaktif. Oleh karena itu, NALADARA, dengan inisiatif ini, mengambil langkah konkret dalam penyediaan pendidikan informal sebagai jembatan pengetahuan.”, imbuh Helena Sihaloho.

Diskusi film “Eksil” diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran sosial dan empati di kalangan peserta, tetapi juga mendorong partisipasi aktif mereka dalam dialog publik. Prof. Mahfud M.D, dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya mempelajari sejarah untuk menghindari pengulangan tragedi, seperti yang terjadi pada tahun 1965, di masa mendatang.

Baca Juga  Viral !!! Gadis Cantik Korban Bullying Senior, Memohon Perlindungan LPSK

Kegiatan ini bukan hanya tentang pemutaran film, melainkan juga tentang membangun jembatan antara generasi, memperkaya pemahaman kolektif kita tentang dunia, dan mengidentifikasi cara-cara kita sebagai individu dan komunitas dapat berkontribusi terhadap solusi yang inklusif dan berkelanjutan. NALADARA percaya bahwa dengan membekali pemuda dengan pengetahuan, keterampilan kritis, dan empati, akan dapat membantu menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *