Dorong Lansia untuk Produktif di Usia Senja, Dosen dan Mahasiswa Program Studi Farmasi ITERA Berikan Edukasi Penyuluhan Terkait ‘‘The Mother of Disease”

JurnalPost.com – Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula dalam darah yang melebihi batas normal. DM yang mendapat julukan “The Mother of Diseases” atau induk dari segala penyakit ini juga merupakan silent killer (penyebab kematian tanpa gejala) serta penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Data Riskesdas dari tahun 2013-2018 mengindikasikan semakin tinggi umur semakin tinggi risiko untuk mengalami DM terutama pada rentang usia 55-64 tahun. Hal tersebut yang melatarbelakangi dosen dan mahasiswa Farmasi ITERA untuk melakukan penyuluhan dan edukasi kepada Masyarakat terkait dengan DM pada lansia.

Salah satu program rutin yang dilakukan oleh Program studi Farmasi ITERA adalah Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). Pada Kamis, 7 Maret 2024, Dosen dan Mahasiswa Program Studi Farmasi ITERA telah melaksanakan Program PkM tersebut dengan Tema ‘‘Hidup Manis Tanpa Diabetes” pada lansia di Desa Gadingrejo Timur, Pringsewu. Sebanyak 25 orang lansia yang diundang hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pelataran Apotek Andang Sehat. Dosen Program studi Farmasi ITERA yang terlibat yaitu Dr. apt. Sarmoko., M.Sc, apt. Nurul Irna Windari, M.Clin.Pharm, Dewi Damayanti Abdul Karm, M.Sc, dan apt. Rizky Hidayaturahmah, M.Clin.Pharm.

Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Rahmat Nur Shaleh selaku Sekretaris Desa Gadingrejo Timur. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan pengabdian ini. Sambutan selanjutnya adalah dari Wakil Dekan Fakultas Sains ITERA, Bapak apt. Dirga, M.Sc. dalam sambutannya beliau menyampaikan gambaran acara yang akan diselenggarakan. Kegiatan selanjutnya adalah penyampaian materi  terkait diaberes melitus oleh bapak Dr.apt.Sarmoko, M.Sc. Materi yang disampaikan berupa faktor risiko dan cara pencegahan DM dengan metode komunikasi langsung dan memanfaatkan liflet. Seluruh peserta tampak mendengarkan dengan seksama dan juga aktif bertanya terkait hal-hal yang kurang dipahami sehingga terjadi komunikasi dua arah.

Baca Juga  PPSDM Migas dan PDSI Bekerja Sama Gelar Pentingnya Pelatihan Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S
(Foto tanya jawab dengan peserta penyuluhan)

Setelah materi diberikan, acara selanjutnya melakukan senam kaki diabetes yang dipandu oleh ibu apt.Rizky Hidayaturahmah, M.Clin.Pharm. . Senam kaki diabetik merupakan salah satu dari empat pilar penatalaksanaan diabetes melitus yaitu latihan fisik, senam kaki diabetes dilakukan untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri dan mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes melitus seperti neuropati.

Harapan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah masyarakat mengetahui dan lebih peduli terkait kesehatan terutama terkait pencegahan penyakit diabetes maupun pencegahan terhadap komplikasi dari Diabetes melitus.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *