Dampak Tawuran Pelajar di Sekolah Menengah dan Upaya Pencegahannya

Sumber : https//images.app.goo.gl/1PmwTyofptVWZD8KA

JurnalPost.com – Tawuran pelajar telah menjadi masalah serius di banyak sekolah menengah di seluruh Indonesia. Dampak negatifnya tidak hanya sebatas pada korban fisik, tetapi juga merusak lingkungan belajar dan mengganggu perkembangan siswa secara keseluruhan. Upaya pencegahan yang tepat diperlukan untuk mengatasi fenomena ini secara efektif.

Salah satu dampak utama dari tawuran pelajar adalah resiko cedera fisik yang serius. Para siswa yang terlibat dalam tawuran sering kali mengalami luka-luka yang mengancam jiwa, bahkan dapat berujung pada kematian. Selain itu tawuran juga mengganggu keamanan dan ketenangan di sekolah, mengganggu proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif pengembangan akademik dan sosial siswa.

Dalam penegakan hukumnya, tawuran pelajar dapat di proses berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terutama jika tindakan tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana. Berikut ini pasal yang mengaturnya di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) :

1. Pasal 170 (1) : Barang siapa dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, di ancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

2. Pasal 351 (2) : Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Lantas apa yang harus di lakukan?

Untuk mencegah tawuran pelajar, langkah-langkah preventif yang holistic dapat di ambil. Pertama-tama, penting bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua pelajar. Ini juga termasuk meningkatkan pengawasan di area sekolah, menerapkan aturan yang konsisten, dan memberi pendekatan yang sensitif terhadap isu-isu yang memicu konflik. Selain itu, program pendidikan dan pelatihan tentang penyelesaian konflik secara damai serta pengembangan keterampilan sosial dan emosional juga perlu di perkuat.

Baca Juga  Terjerat skandal pengampuan terhadap pelaku pedofilia, presiden Hongaria umumkan pengunduran diri

Keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, serta komunitas lokal, juga merupakan kunci dalam upaya pencegahan. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan Lembaga Masyarakat dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah ini secara menyeluruh serta pendekatan yang proaktif dalam mendeteksi dan menangani konflik sejak dini juga penting untuk mencegah eskalasi menjadi tawuran yang lebih serius.

Dalam menghadapi tantangan tawuran pelajar, penting untuk mengakui bahwa tidak ada solusi yang instan yang dapat mengatasi masalah ini. Diperlukan komitmen jangka panjang dan upaya bersama dari seluruh pihak yang terkait untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif dan berbudaya damai. Hanya dengan demikian, kita dapat mengubah paradigma dan mewujudkan visi sekolah menjadi tempat pembelajaran yang sejati bagi semua pelajar.

Oleh: Dhidan Fadilah
Fakultas Ilmu Hukum Universitas Pamulang

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *