Ambisi Bisnis Machiavellian-Hobbesian dalam Film I Care a Lot

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Andalas)

JurnalPost.com – Film I Care a Lot rilis tahun 2021 di platform Netflix dan disutradarai oleh J Blakeson. Film ini dibintangi oleh Rosamund Pike, Peter Dinklage, Eiza González, Chris Messina, Macon Blair, Alicia Witt, dan Damian Young.  Film ini berhasil membuat Pike memenangkan Penghargaan Aktris Terbaik dalam Film Komedi atau Musikal di Golden Globe Awards ke-78.

Film I Care a Lot menghadirkan gambaran yang kompleks tentang ambisi bisnis yang jahat dan sistem yang korup dalam konteks hubungan antarpribadi yang rapuh. Film ini juga memperlihatkan kejahatan yang dilakukan oleh seorang wali hukum yang tak kenal ampun, Marla Grayson (Rosamund Pike), yang mengambil keuntungan dari kelemahan sistem hukum untuk memeras klien-kliennya yang tak berdaya.

Film ini mengilustrasikan kehalusan operasi keji Marla Grayson dalam mencapai tujuannya. Dengan presisi seperti jam mesin, dia memilih klien-klien yang rentan dan kemudian memanfaatkan proses hukum untuk mengambil alih kendali atas aset dan keuangan mereka. Keahlian Marla Grayson dalam memanfaatkan celah-celah dalam hukum dan manipulasi sistem yang ada menunjukkan sifat Machiavelianisme yang khas dalam ambisi bisnisnya. Dia tidak ragu untuk memanfaatkan kerentanan orang lain demi keuntungannya sendiri.

Film ini juga terlihat menunjukkan aspek Hobbesianisme dalam ambisi bisnis Marla. Dalam masyarakat yang didominasi oleh kepentingan individu dan ketidakpercayaan terhadap otoritas, Grayson Marla menjadi perwujudan dari kecenderungan manusia untuk bertindak sesuai dengan keinginan dan keuntungan pribadi tanpa memedulikan konsekuensi sosial atau moral. Tindakan Marla yang acuh tak acuh terhadap penderitaan dan kehilangan klien-kliennya menunjukkan pandangan dunia yang distopia, di mana kepentingan diri menjadi tujuan utama tanpa memperhatikan etika atau empati.

Baca Juga  Manajemen kinerja

Dalam konteks ini, kinerja Rosamund Pike sebagai Marla Grayson tidak hanya menarik, tetapi juga menegaskan kompleksitas karakter. Pike dengan cemerlang memerankan Marla sebagai sosok yang karismatik namun kejam, mampu memanipulasi situasi dengan kecerdasan dan keanggunan yang meyakinkan. Keberhasilannya dalam menghadirkan karakter ini membantu memperkuat narasi film tentang ambisi bisnis yang ganas dan sistem yang korup.

Namun demikian, film ini juga menggambarkan konsekuensi dari ambisi bisnis yang tidak bermoral. Ketika Grayson Marla menemukan dirinya berhadapan dengan kekuatan bisnis dan mafia yang lebih besar dan lebih berbahaya, dia menyadari bahwa tindakannya memiliki konsekuensi yang tidak terduga. Ini menyoroti hal yang normatif bahwa seberapa kuat atau liciknya seseorang, akhirnya kejahatan akan dibalas. Tetapi, dalam dunia bisnis kapitalisme modern, berbagai kepentingan potensial terjalin secara konspiratif demi profit tanpa peduli dengan latar, motif dan nilai.

Alhasil, film I Care a Lot memberikan gambaran yang menarik tentang genealogis ambisi bisnis Machiavelian-Hobbesian yang kejam dan sistem yang korup dan konspiratif dalam masyarakat modern. Melalui karakter Marla Grayson, film ini mengingatkan kita akan bahaya yang timbul ketika keuntungan pribadi diletakkan di atas segalanya, dan mengajak penonton untuk mempertanyakan nilai-nilai moral dan etika dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *